Monday, 9 May 2016

Hello, Trans Koetaradja!

Transportasi yang layak, aman dan nyaman adalah impian semua manusia di muka bumi ini. Siapa sih yang betah dengan macet dan padatnya jalanan? Kota Banda Aceh juga tidak terlepas dari keramaian. 2007 saya pertama sekali hijrah ke kota ini, belum seramai sekarang, yah walaupun belum semacet Jakarta atau kota besar lainnya. Hampir setiap orang dewasa punya motor sendiri, bahkan anak sekolah. Kalau mahasiswa jangan ditanya lagi, bisa saya hitung jari teman-teman yang ke kampus naik angkutan umum.

Orang-orang memilih naik kendaraan pribadi karena lebih efektif dan efisien. Butuh ongkos Rp 5000 untuk sekali naik labi-labi (angkot). becak juga luar biasa bayarnya, jarang di bawah 20ribu, Dengan uang segitu udah bisa ngisi bensin motor full-tank, begitulah selalu komentar orang-orang yang enggan menggunakan transportasi umum. Banda Aceh juga ngga punya Taxi yang sebenar-benarnya taxi. Ngga heran sih, betapa mudahnya kredit sepeda motor dengan biaya yang affordable.


Halte Trans Koetaradja Kp Keuramat
Jadi sungguh angin segar ketika Kementerian Perhubungan memberi bantuan berupa bus kota untuk beberapa provinsi, Aceh termasuk di dalamnya. Tanggal 2 Mei 2016 telah dilakukan peluncuran dan pengoperasian Bus Rapid Transit Trans Koetaradja. Nama Koetaradja itu sendiri diambil dari sebutan untuk Banda Aceh tempo dulu.
Sudah seminggu peluncuran, animo masyarakat untuk angkutan ini masih cukup tinggi. Anak-anak sekolah dari SD sampai SMA naik beramai-ramai keliling kota, turun tepat di halte mereka naik. Penuh dengan mahasiswa yang naiknya gerombolan. It’s the real brand new thing in the city, semacam mainan baru, semua pengen nyoba dan posting di social media. Saya sendiri naik dari halte RSUZA pukul 11.30 dan balik lagi ke tempat yang sama pukul 13.13. Di masing-masing halte akan berhenti sekitar satu menit kecuali di Darussalam dan Keudah sekitar 15 menit. Pembayarannya menggunakan kartu BRIzzi dari BRI atau E-Money Mandiri. Rp 1 untuk pelajar dan Rp 2 untuk umum.
Anak-anak SMP yang kocak banget, baru selesai UN, nanyain mata saya asli apa soflen, terus ngajakin selfi ^^
Untuk sementara ini baru jalur Keudah-Darussalam saja yang beroperasi dari jam 6 pagi dengan jumlah 10 armada. Akan menyusul jalur-jalur lainnya termasuk pelabuhan dan bandara. Ini adalah halte-halte dimana Trans Koetaradja berhenti:

Keudah – Darussalam
1.       Halte Keudah
2.       Mesjid Raya Baiturrahman (Seberang Bank Syariah Mandiri KC Aceh)
3.       Simpang Lima (Seberang KFC)
4.       Halte Kp Keuramat (Seberang kantor Bulog)
5.       Jambo Tape (Depan kantor Satpol PP)
6.       Halte RSUZA (Depan Hotel Madinah)
7.       Halte Kantor Gubernur Aceh
8.       Halte Lingke (Depan RS Ubudiyah)
9.       Simpang Mesra
10.   Pustaka Wilayah
11.   Halte Fakultas Teknik (Dari jembatan Lamnyong belok kanan)
12.   Fakultas Kedokteran/Pertanian
13.   Darussalam (Halte peralihan)
Darussalam-Keudah
1.       Depan SMA 5
2.       Halte Lamnyong (Seberang Kantor Pertanahan/Puswil)
3.       Simpang Mesra
4.       Halte Prada (Depan SDN 54)
5.       Halte DPKA (Depan kantor BKKBN)
6.       Halte RSUZA
7.       Halte Kp Keuramat (Depan kantor Bulog)
8.       Simpang Lima (Depan KFC)
9.       Halte Peunayong (Depan Manulife, dekat Hotel Wisata)
10.   Halte Keudah

Untuk busnya sendiri memang benar-benar masih bening dengan AC yang dingin. Untuk tempat duduknya sendiri dipisah pria dan wanita. Tapi sepertinya belum terlalu berlaku, karena tadi sempat terlalu banyak penumpang wanita yang akhirnya harus duduk di tempat pria, nah tapi juga ujung-ujungnya walaupun udah kosong udah mager buat pindah ke area perempuan.
Pemisahan penumpang pria dan wanita
Tapi di balik semua kemeriahan ini, ada juga semacam keraguan apakah TransKoetaradja ini benar-benar dibutuhkan warga Banda Aceh karena toh labi-labi saja sepi penumpang. Ada satu opini yang cukup saya setujui pemikirannya. Baca di sini
Kalau menurut saya pribadi, sudah dibutuhkan sih demi kenyamanan dan bebas macet dengan berdesakannya kendaraan pribadi. Dan tentu saja ada rasa iba saya kepada abang-abang supir labi-labi. Selama saya menunggu Transkoetaradja, bolak-balik diklakson, terus ada satu supir yang nanya sambil ketawa “naik busway yaa?”. Duh, agak terenyuh. Tapi saya rasa pemerintah pasti cukup bijak dalam menanggulangi dan menyadari semua ini. Walikota Banda Aceh sudah menjawabnya Di sini kalau eksistensi labi-labi tak akan terganggu, jalur mereka bebas sedangkan transkoetaradja hanya mengangkut penumpang di halte tertentu. Kabar baiknya dari pengoperasian bus ini adalah mulai bersihnya bagian kiri jalan yang sering dipakai untuk parkir liar. Berita yang sungguh melegakan.

Demi kota Banda Aceh tercinta yang lebih nyaman untuk semua warganya, dan tentu saja, bebas macet. Sukses!

Pardon selfie xD

9 comments:

  1. Finally..
    Ulasan nya berguna kak.. Terutama masalah halte.

    Kalau ga punya e-card atau e-money harus bayar gmn kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadi aku masih gratis, wkwkwkwk.. Mesin EDC mulai ditaro dekat pintu masuk. Mereka sedanv sosialisasi juga.
      Ngga ada cara sih kurasa, memang harus buat kartunya ke bank2 termaksud..

      Delete
  2. Hey, I really love that dreamcatcher thing you are wearing. Thank you so much for dropping by my blog. Maybe we can follow each other :)

    Xo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hey! Thank you for visiting back. Sure we can ^^

      Delete
  3. Aiiih di foto pertama aku kira Fatin Sidqia eh ternyata bukan, mirip banget deh kalau kakak lagi senyum hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheh.. Iyah lumayan sering dibilang mirip Fatin xD

      Delete
  4. diriku belum sempat2 naek ini transportasi. Padahal pengen bingiiitt. :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalo jadi jangan lupa selfie yah xD

      Delete
  5. beuuuuh udah naik aja si kakak sama transkutaraja
    saya malah belum naik sama sekali,, hehehe

    btw, sebelum tsunami, kami di banda aceh malah kemana mana naik labi2 loh.. becak itu hanya untuk ke pasar dekat rumah doang.. tapi setelah tsunami.. ya seperti dikau lihat sekarang :)
    robur udah mangkrak.. simpang mesra tidak lagi semesra dahulu

    ReplyDelete

Thank youuuu for dropping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...