Thursday, 5 May 2016

Pare, Kampung Para Pemimpi

Sudah sebulan saya kembali ke Aceh dari Kampung Inggris. Banyak sekali tanggapan dan pertanyaan tentang improve atau tidaknya kemampuan bahasa Inggris saya. Beberapa hari yang lalu ada teman yang BBM. Dia mau belajar TOEFL dan meminta rekomendasi. Jawaban saya klise sih. Mau di mana aja kita, kalau niatnya bagus, usahanya ada pasti hasilnya bagus. Karena Kampung Inggris itu bukan desa ajaib yang bakal kasih kamu mantra sampai mahir. Kelebihan Kampung Inggris adalah banyaknya tempat les yang bisa kamu pilih skill apa yang mau ditingkatin. Semisal restoran yang menunya komplit. Itulah Pare. Nah, ada banyak juga kemewahan lain yang akan didapat di sana yang bakal distraksi tujuan awal, Seminggu pertama di sana diajakin ke Kawan Ijen. Oh Tuhaaaaaaaaaaan siapa sih yang ngga mau lihat blue fire yang Cuma ada dua tempat di dunia ini? Saya tolak dengan tidak berat hati J Masih seminggu ciiiiint, semangat belajarnya masih gede xD
OTW kelas pagi di Daffodils, Alfalfa Camp 1 Jalan Glagah 
Alfalfa camp 1
Hal lain yang akan lumayan mengganggu fokus adalah masalah hati. Luar biasa banyaknya yang cinta lokasi. Saya? Ketebak sih ya pasti ngga ada kisah lain, tipikal wanita yang kalau udah cinta sama satu orang, ngga mau tau sama yang lain. Hehehe.. Suasana mendukung sih, anak rantau ngumpul semua, lirik-lirikan, naik sepeda keliling desa, duduk-duduk deket sawah makan tansu dan modus utama adalah sharing pelajaran. Tapi berbicara tujuan awal, ada juga persentase orang yang ke Pare untuk seru-seruan, biasanya mereka-mereka ini anak-anak baru tamat SMA atau yang lagi libur kuliah. Mereka pembawaannya rameeee banget, rajin ngumpul dan lucu-lucuan. Hampir bisa dipastikan, rata-rata pasti ambil kelas dan camp speaking. Uhhh tapi pede-nya jangan ditanya, casciscus kalau disuruh bicara depan umum dengan bahasa Inggris. Salut ^^
Alfalfa Camp 1
Species semacam saya di Pare pun tidak sedikit. Kami adalah para scholarship hunters yang tujuannya adalah IELTS dan TOEFL. Nah, yang begini-begini biasanya lebih serius. Sempat juga lucu-lucuan, malah sampe sekarang group kelas kita masih aktif walaupun pada balik ke daerahnya masing-masing. Integritas mereka sangat tinggi. Belajar dari setengah enam pagi sampai jam 9 malam, hectic sekali. Inilah yang mungkin akan sulit kita dapatkan di tempat lain. Di Pare, kita akan menemukan wadah yang paling mendukung untuk belajar. Setiap hari saya akan melihat orang-orang yang seliweran jalan kaki dan naik sepeda nentengin buku atau menghafal pidato, idiom, dan daily conversation. Dari bangun tidur saya udah lihat yang belajar atau pake headset dengerin broadcast radio BBC. Obrolan-obrolannya juga pasti tidak jauh dari negara tujuan dan universitas-universitas top dunia. Di Pare, kamu akan bertemu dengan orang-orang sevisi. Semangat juang yang sangat tinggi sampai rasanya kalau cuma main-main aja bakal malu hati. Akan bertemu dengan yang kemampuan bahasa Inggrisnya terbata-bata tapi berani. Kalau lagi jalan kaki, kita bakal sering bertemu dengan orang-orang yang lagi practise. Kita paham dan pasti bantuin walaupun dari kursusan berbeda dan ngga kenal sama sekali. Contohnya malam itu saya lagi nyari bakso sama teman sekamar, Risa. Di jalan, ada 3 orang cowo yang panggil “Excuse me, we have a homework to record a conversation with strangers. Could you help me?”.
“Sure, with pleasure” Jawab saya. Dan serangkaian pertanyaanpun muncul. Bahkan ketika mereka malu-malu dan grammar-nya amburadul dan dicie-ciein sama temennya, mereka tetap ngelanjutin. Cara belajar di Kampung Inggris banyak dikemas dengan fun. Tugas dan PR bakal dikerjain dengan senang hati. Belum lagi hukuman-hukuman yang lucu kaya misalnya disuruh pidato di cafe-cafe dan ngajakin orang kenalan atau selfian, tentu saja dengan bahasa Inggris.
Jadwal IELTS Camp TEST English School. Malemnya kita ada study night. Di minggu ke-4, scoring malah sehari dua kali

Itulah kenapa walaupun belajarnya lesehan, banyak yang atap bocor, kepanasan, penerangan kurang dan tidur berdesak-desakan tetap banyak yang betah berbulan-bulan di sana. Bahkan yang sudah pulang balik lagi. Di sepanjang jalan kita bakal banyak melihat mata yang berbinar dengan rasa ingin tahu, obrolan yang optimis, kayuhan sepeda yang bersemangat dan langkah kaki yang sigap yang penuh rasa percaya diri. Tidakkah kamu akan tertular?
Dan di Pare, saya tidak menemukan satu orangpun yang pelit ilmu. Kita semua pasti punya teman sekolah atau kuliah yang kayanya susah banget kalau minta diajarin. Tapi tidak di sana. Entah yang lain ya, saya pribadi belum ketemu. Tentor dan teman-teman yang nilai TOEFL/IELTS nya dewa bakal stand by dan sangat bersedia ngajarin. Yang udah lulus beasiswa internasional atau kantongin LoA universitas ternama juga ngga sombong, sudah tak terhitung lagi berapa kali sudah essay mereka di copy paste untuk jadi referensi. Bahkan ketika sekarang saya sudah pulang, komunikasi kami terjaga baik sekali. Kalau ada yang ngga lulus, bakal disemangatin. Yang lulus ngga lupa diri, pasti bakal ikut narik temennya, Informasi terus saja di-share, kalau ada yang bingung pasti dibantu. Itulah keistimewaan yang ditawarkan Kampung Inggris, kesederhanaan dan persahabatannya.
IELTS Camp periode 10 February 2016
Kalau ada yang bertanya apa yang paling berharga yang saya bawa pulang dari sana. Jawabannya adalah lingkaran pertemanan yang mendukung, semangat dan rasa percaya kalau mimpi itu akan ada di genggaman kita.
Semangat pejuang!

Sigli, 5 Mei 2016

4 comments:

  1. Lingkungan yg mendukung membuat kita lebih bersemangat, apapun yg ingin kita dalami. Seru juga ya belajar di Pare. Semuanya pada semangat :)


    Hai nisa, first visit nih. Blog nya bagus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, bener banget Mbak. Karena secara langsung dan ngga, yang di sekitar kita itu bakal ngaruh banget ke bagaimana pemikrian dan yang kita kerjain ^^

      Waaaah maksih banyak udah mampir =3

      Delete
  2. Sering baca nn dengar kisah pare, tapi blm ada kesempatan utk merasakan langsung. Hehehe, btw poin paling bikin senyum adlh soal cinta lokasi.

    ReplyDelete
  3. Sering baca nn dengar kisah pare, tapi blm ada kesempatan utk merasakan langsung. Hehehe, btw poin paling bikin senyum adlh soal cinta lokasi.

    ReplyDelete

Thank youuuu for dropping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...